Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Front Cover
Mizan Pustaka, Apr 1, 2008 - Islam - 452 pages
2 Reviews

Tak sulit disepakati bahwa Nurcholish Madjid adalah seorang pemikir-Muslim modernis atau, lebih tepat, neomodernis—menggunakan peristilahan yang sering ia sendiri lontarkan. Maka, melanjutkan para perambah modernisme (klasik) di masa-masa lampau, Nurcholish Madjid berpendapat bahwa Islam harus dilibatkan dalam pergulatan-pergulatan modernistik. Namun, berbeda dengan para pendahulunya, kesemuanya itu tetap harus didasarkan atas kekayaan khazanah pemikiran keislaman tradisional yang telah mapan. Di segi lain, sebagai pendukung neomodernisme, ia cenderung meletakkan dasar-dasar keislaman dalam konteks nasional—dalam hal ini, keindonesiaan.

Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan ini—di tengah berbagai pembahasan atas tokoh ini—adalah buku pertama yang menampilkan secara lengkap pikiran-pikiran “tangan pertama” Nurcholish Madjid, lewat tulisan-tulisannya sendiri mengenai soal-soal di atas. Meliputi rentang waktu tak kurang dari dua dasawarsa, antologi ini memuat pula pikiran-pikirannya tentang sekularisasi, plus tinjauan-tinjauan kembalinya atas “heboh intelektual” yang disulutnya itu—tak kurang dari lima belas tahun setelah itu.

“Setiap pembaru, di mana pun di muka bumi ini, hampir pasti selalu dilawan, dicaci-maki, dan dimusuhi, tetapi ajaibnya diam-diam diikuti. Ini juga berlaku atas cendekiawan Indonesia Nurcholish Madjid yang telah bekerja keras untuk mengawinkan keislaman dan keindonesiaan, sebuah sumbangan berharga tinggi telah diberikannya kepada bangsa ini.” —Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua PP Muhammadiyah [Mizan, Pustaka, Referensi, Agama, Islam]

 

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Contents

ISLAM DAN CITACITA KEADILAN SOSIAL
85
CitaCita Keadilan Sosial dalam Islam
87
Prospek SosialismeReligius di Indonesia
92
Suatu Jalan Menuju Keadilan Sosial
103
ISLAM DAN MASYARAKAT MODERNINDUSTRIAL
109
Peranan Agama dalam Kehidupan ModernIndustrial 111
111
Masyarakat Industri dan Proses Dehumanisasi 119
119
Masyarakat Religius dan Dinamika Industrialisasi 128
128
Beberapa Segi Ajaran dalam AlQuran dan Pemecahan Persoalan Umat Manusia Dewasa Ini
167
MODERNISME DAN PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM
177
Modernisasi Ialah Rasionalisasi Bukan Westernisasi 179
179
Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat
225
Masalah Pembaruan Pemikiran dalam Islam
240
Sekali Lagi tentang Sekularisasi
249
Perspektif Pembaruan Pemikiran dalam Islam
267
Menyegarkan Paham Keagamaan di Kalangan Umat Islam Indonesia
273

Kedudukan Agama dalam Masyarakat Industrial 152
152
Tantangan Umat Beragama pada Abad Modern
159
Sekularisasi Ditinjau Kembali
298
Copyright

Other editions - View all

Common terms and phrases

About the author (2008)

Nurcholish Madjid (Cak Nur) merupakan ikon pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Gagasannya tentang pluralisme telah menempatkannya sebagai intelektual Muslim terdepan, terlebih di saat Indonesia sedang terjerumus di dalam berbagai kemorosotan dan ancaman disintegrasi bangsa.

Sebagai tokoh pembaharu dan cendikiawan Muslim Indonesia, seperti halnya K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Nurholish Madjid sering mengutarakan gagasan-gagasan yang dianggap kontroversial terutama gagasan mengenai pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikirannya diaggap sebagai sumber pluralisme dan keterbukaan mengenai ajaran Islam terutama setelah berkiprah dalam Yayasan Paramadina dalam mengembangkan ajaran Islam yang moderat.

Bibliographic information