Kitab Kematian: Mencita-citakan Kematian yang BaikKelahiran dan kematian adalah pasangan takdir perjalanan manusia. Semua manusia akan mengalaminya. Mengalami terlahir dan mati. Lahir dengan terpaksa dan mati seharusnya bisa memilih. Karena terlahir terpaksa, begitu saja terlahir. Ada yang terpaksa lahir dari seorang ibu yang ateis, beragama, kaya, miskis, cacat, normal, berpangkat, orang biasa, dan sebagainya. Mestinya ketika berpulang dapat memilih keadaan kematian yang menjadi cita-cita semua orang yakni mati dalam keadaan baik. Pada kelahiran kita tidak bisa memilih warna dan bentuk rambut, warna kulit, postur tubuh, bahkan tidak bisa memilih menjadi laki-laki atau perempuan. Manusia tidak bisa memilih keadaan dirinya ketika lahir. Ia tidak bisa memilih dalam keadaan cantik, ganteng, putih, hitam, mancung, pesek, dan sebagainya. Terlahir begitu saja dalam keadaan yang sudah ditetapkan Tuhan. Kelahiran dan kematian adalah pasangan perjalanan hidup manusia. Ketika kelahiran tidak bisa memilih, maka seharusnya kematian bisa memilih keadaan terbaik. Terpaksa dan dapat memilih juga merupakan pasangan. Banyak beberapa kejadian kematian sebagai cermin kehidupan. Ada manusia yang mati tersenyum. Ada yang meninggal dalam kecelakaan. Ada yang gugur ketika menjalankan tugas negara. Ada yang wafat ketika sujud. Ada yang mangkat ketika sedang memimpin rapat negara. Ada yang meninggal ketika tidur, duduk, beribadah, perjalanan, dan sebagainya. |



