Membaca Sirah Nabi Muhammad : Dalam Sorotan Al-Quran dan Hadis-Hadis Shahih (Edisi Baru)

Front Cover
Lentera Hati Group, Nov 28, 2018 - Religion - 1119 pages

Harus ada sumber yang diandalkan dan menjadi tolok ukur dalam menghidangkan sirah Nabi Muhammad saw.. Yang primer adalah Al-Quran, Sunnah, dan riwayat-riwayat dari orang-orang yang semasa atau hidup dekat dengan masa Nabi (terhimpun dalam kitab-kitab sirah).

Al-Quran dan Nabi Muhammad saw. tak dapat dipisahkan; Al-Quran mengisahkan Nabi dan Nabi adalah penjelas Al-Quran. Sedangkan dari Sunnah, kita mendapatkan informasi yang sangat kaya tentang kehidupan Nabi Muhammad saw.. Informasinya demikian lengkap dan terperinci: peristiwa besar maupun peristiwa kecil; kehidupan pribadi, kehidupan rumah tangga, hingga kehidupan terkait umat; gambaran akhlak dan fisik, dan lain-lain. Sementara, dari kitab-kitab sirah, kita dapat membaca sejarah Nabi Muhammad saw. dalam alur yang mengalir dan teratur. Sistematis.

Melalui kombinasi ketiganya, sirah Nabi Muhammad saw. dapat terhidang secara autentik, detail, dan kronologis … Karakter seperti itulah yang akan Anda jumpai dalam Membaca Sirah Nabi Muhammad saw. dalam Sorotan Al-Quran dan Hadis-Hadis Sahih ini.

Melalui karya referensial nan penting ini, Anda diajak mengenal [atau mempertajam pengenalan Anda pada] sejarah Nabi Muhammad saw.: kehidupan, kepribadian, perjuang- an, dan teladan—dengan gaya tutur yang renyah dan mudah dipahami, sebagaimana karya-karya lain M. Quraish Shihab.

 

Contents

Pengantar Menuju Sirah Nabi Muhammad Saw
1
Kondisi Umum Masyarakat Menjelang Kelahiran Muhammad Saw
27
Pohon Keluarga Nabi Muhammad Saw
129
Masa Kelahiran Hingga Kenabian
197
Periode Makkah
293
Prosesi Hijrah
433
Periode Madinah
483
Profil Nabi Muhammad Saw
1069
Akhir Kata
1099
Indeks
1101
Daftar Pustaka
1117
Cover Belakang
1120
Copyright

Common terms and phrases

About the author (2018)

Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).


Ia dilahirkan di Rappang pada 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra keempat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya, yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa, serta adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Bibliographic information