Raden Banyak Sumba: Bara Dendam Menuntut Balas

Front Cover
Bentang Pustaka, Dec 3, 2008 - Indonesian fiction - 364 pages
2 Reviews
Banyak Sumba mendidih darahnya setiap kali mengingat orang yang telah membunuh kakaknya, Jante Jalawuyung. Kematian tragis kakaknya itu telah menanamkan kesumat di dadanya untuk membalaskan dendam. Bahkan dia rela meninggalkan Emas Purbamanik, kekasih yang ditemuinya di atas benteng puri Purbawasesa. Akan tetapi, jalan yang akan dilaluinya tidaklah mudah. Untuk menandingi kesaktian Pangeran Anggadipati, Banyak Sumba harus bekerja keras meningkatkan kemampuannya. Guru demi guru dia timba ilmunya. Belantara demi belantara dia jelajah untuk mengasah keuletan tubuhnya. Ketika kesempatan untuk menuntaskan dendamnya tiba, mendadak Banyak Sumba diserang keraguan. Benarkah puragabaya santun di hadapannya itu seorang pembunuh keji? Haruskah dia membalas kejahatan Pangeran Anggadipati dengan tindakan yang sama kejinya? “Karya Saini K.M. ini memiliki orisinalitasnya sendiri.” —Jakob Sumardjo, akademisi dan pengamat sastra “Saya merasakan adanya penceritaan yang mengalir tenang, sabar, dan matang yang pada gilirannya menjelma kejernihan.” —Seno Gumira Adjidarma, penulis dan jurnalis “Sebuah eksplorasi yang mengejutkan.” —Langit Kresna Hariadi, penulis novel sejarah [Mizan, Bentang, Novel, Sejarah, Indonesia]
 

What people are saying - Write a review

User Review - Flag as inappropriate

Cara bercerita yang menarik mengenai wilayah kecil di Tataran tanah Pajajaran. Intrik politik dan kekuasaan yang mewarnai cerita ini. Banyak Sumba sebagai pribadi yang mengabdi bagi keluarga memberikan seluruh hidupnya. Saini K M mampu menuturkan cerita secara perlahan dan detail tapi tidak membosankan. Menceritakan kejadian dengan sabar tanpa bertele-tele.  

User Review - Flag as inappropriate

Wow....

Contents

Section 1
1
Section 2
8
Section 3
45
Section 4
53
Section 5
72
Section 6
79
Section 7
103
Section 8
119
Section 9
143
Section 10
163
Section 11
280
Section 12
288
Section 13
299
Section 14
361
Section 15
363
Section 16
365

Common terms and phrases

About the author (2008)

Saini K.M. dilahirkan di Sumedang pada tanggal 16 Juni 1938. Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Bandung. Perhatiannya terhadap sastra dan teater telah tumbuh sebelum ia memasuki perguruan tinggi. Latar belakang inilah yang kemudian rnendorongnya mengambil prakarsa untuk mendirikan jurusan Teater di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung. Di samping menjadi pengajar tetap di STSI Bandung, Saini K.M. juga melakukan kegiatan di bidang kesenian, khususnya di bidang sastra dan teater. Di bidang sastra, ia aktif menulis esai dan puisi. Tiga buah buku puisinya yang telah diterbitkan, yaitu Nyanyian Tanah Air (Mimbar Demokrasi Press, 1969), Rumah Cermin (Sargani & Co. 1979), dan Sepuluh Orang Utusan (PT. Granesia, 1989). Kumpulan esai sastranya yang diterbitkan yaitu Protes Sosial dalam Sastra (Angkasa. 1983).

Bibliographic information