Tan Malaka, Gerakan kiri, Dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 1 Feb 2008 - 378 halaman Tan Malaka sosok penuh misteri dalam kancah kemerdekaan RI baik di masa persiapan maupun perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari upaya kembalinya penjajah di Indonesia. Dengan menggunakan nama samaran, ia menulis berbagai artikel dalam surat kabar dan mempertahankan pandanganannya yang tidak kenal kompromi. Kedudukannya di Comintern dan keyakinanannya atas dialektika matrialisme telah menenggelamkan butir-butir local value Minangkabau dalam filsafatnya di mata musuhmusuhnya. Ia adalah pahlawan nasional yang potret dan biografinya tidak pernah tercantum dalam Album Pahlawan Bangsa. |
Edisi yang lain - Lihat semua
Tan Malaka, Gerakan Kiri, Dan Revolusi Indonesia Jilid 3: Maret 1947-Agustus ... Harry A. Poeze Pratinjau terbatas - 2010 |
Tan Malaka, Gerakan kiri, Dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946 Harry A. Poeze Pratinjau terbatas - 2008 |
Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4: September 1948 ... Harry A. Poeze Pratinjau terbatas - 2008 |
Istilah dan frasa umum
10 November 19 Februari 19 September Aboe Bakar Loebis Adam Malik Agustus aksi al-Fatah Amir Sjarifoeddin Anderson anggota B.M. Diah Badan Banten barangkali berita Boeroeh Chaerudin Chairul Saleh datang Diah dirinya Djakarta Djalil dukungan Februari haluan Hasan Sastraatmadja Hatta Hussein Ibnu Parna Inggris itoe Jail Jawa jelas Jepang kabinet Kedaulatan Rakjat kekuasaan kelompok kemerdekaan KNIP komunis kongres Madiun Malaka Mamad Maret Maroeto Masjoemi massa memberikan mengenai Menteng menteri menulis menyatakan menyebut Merdeka mungkin November organisasi Pari partai pemimpin Pemoeda pemuda Pendjara Penghela Rakjat perang perjuangan pernyataan Persatoean Perdjoeangan pertama perundingan Pesindo pimpinan program minimum Proklamasi radikal rapat Repoeblik Republik revolusi Sajoeti Melik sebuah Sejarah sekitar Sekutu sementara September sesudah sidang KNIP Sjahrir Soe Hok Gie Soebadio Sastrosatomo Soebardjo Soedirman Soekarno Soekarno dan Hatta Solo Sosialis Sukarni Surabaya tampil Tan Malaka tanggal tanpa tentara terjadi testamen tetap Tjeq Mamad tokoh Volksfront wawancara Helen Jarvis Yamin Yogya
