Widyawati

Front Cover
Balai Pustaka, 1979 - Indonesian fiction - 230 pages

From inside the book

What people are saying - Write a review

User Review - Flag as inappropriate

Cerita dengan latar belakang budaya Jawa berseting daerah Jawa Tengah. Kegiatan yang dilakukan secara turun temurun dalam adat Jawa dalam menghadapi usia akal balig, khitanan, pernikahan, tedhak siti dan yang lainnya dimana banyak dilakukan kaum ningrat dengan suguhan wayang kulit ataupun dengan suguhan khas pada acar-acara tertentu tersebu. Tak luput juga kesenian budaya dalam acara gerebek, syawalan yang kenthal dengan adat Jawa.
Widyawati anak Kudoprawiro dari ibu keturunan ningrat Madura merupakan anak perempuan yang tidak neko-neko, selain keterbatasannya karena mempunyai ibu tiri yang kehidupannya tidak jauh berbeda dengan cerita klething kuning tapi juga karena dia merupakan gadis yang proporsional. Dia berkawan karib dengan Roosmi dari kalangan ningrat, persahabatannya yang langgeng mempertemukan dirinya dengan keluarga dari pihak ibunya almarhumah yakni budhenya yang kebetulan adalah mertua Roosmi.
Masa remaja sebelum belajar ke Jakarta telah mengenal patah hati dan juga telah membuat patah hati teman-teman lelaki sebaya di sekolah yang menyukainya. Tingkahnya tidak segenit dan semurahan teman-teman perempuan di kelasnya, kemauan untuk maju, mandiri terpatri sangat kuat dengan berbekal tekad yang besra dan dengan restu ayahnya belajarlah dia ke Jakarta untuk mewujudkan cita-citanya menjadi guru. Cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan kembali berlabuh dihatinya sehingga hari-harinya sempat ceria. Cerita-cerita disekelilingnya yang menghasilkan dugaan-dugaan tentang kehidupan kekasihnya merupakan bumerang dalam membangun kepercayaan dirinya. Sampai dia berhasil menjadi guru di Palembang didaerah kakaknya tinggal dan sempat ditunangkan dengan paksa sebagai ganti hutang ibunya selalu Rawinto dalam hatinya, sehingga ketika mendapat cerita tentang pernikahan teman sekelasnya yang centil , manja dan kaya menikah, hatinya tertutup dengan perasaan putus asa karena menganggap Rawinto sebagai pengantin laki-lakinya. Kerapuhan semangatnya memunculkan ide untuk mengikhiri hidup dengan menghanyutkan diri, namun hidupnya belum waktunya untuk berakhir sehingga dengan terhindarnya dia dari percobaan bunuh diri itu merupakan awalnya dia mengukir prestasi di bidang perawat dan tinggal di Jawa.
Sebagai perawat, tenaganya di butuhkan sahabat karibnya, Roosmi ketika perayaan tedhak siti putri tercinta. Pada kesempatan inilah dia mengetahui salah sepupu suami sahabat karibnya yang ternyata dambaan hatinya yakni Rawinto, yang telah bergelar Kusumoprojo sepulang dari luar negeri dan telah beristri dengan putri raja yang paling menawan. Kegundahan hatinya memantapkan hatinya untuk pergi jauh dari hadapan orang yang dicintainya menuju Belanda. Dalam perjalan Widyawati sebelum mencapai Eropa dia menerima telegram dari pujaan hati yang ditinggalkan yang membuatnya menangis karena istri Kusumoprojo yang sudah sakit-sakitan meninggal ketika melahirkan dan demikian juga dengan anaknya yang baru lahir menusul ibunya.
 

Contents

Section 1
1
Section 2
7
Section 3
27

11 other sections not shown

Common terms and phrases

Bibliographic information