Pertumbuhan di Atas Meja Makan

Front Cover
Kalabuku, Feb 1, 2020 - Performing Arts - 55 pages
Sebuah lakon yang memaparkan represi kuasa terhadap kebebasan bersuara masyarakat dari masa ke masa; dipentaskan oleh Teater SAE pada 1991, dan menjadi salah satu karya Teater SAE yang banyak dibicarakan para kritikus teater di dalam dan luar Indonesia. Penulisnya menyebut lakon ini seperti sebuah "teater-buku" yang adegan-adegannya mengandung kutipan-kutipan teks pendapat Sukarno tentang pers, pidato Hatta, Sandhyakala ning Majapahit Sanoesi Pane, Caligula Albert Camus, serta lagu karya Franky Sahilatua. Semuanya berkelindan bersama sepasang suami-istri muda, ranjang, meja makan, kipas angin, matahari, koran, siaran radio, sepeda, lonceng, setrika, pelayan, pedagang koran ....
 

Common terms and phrases

About the author (2020)

Afrizal Malna kini aktif mengurusi program teater di Komite Teater, Dewan Kesenian Jakarta. Buku-buku terbarunya yang terbit: Kepada Apakah (2013); Anxiety Myths (terjemahan Andy Fuller, 2013, masuk dalam 75 besar World Literature Today); kumpulan puisi dalam bahasa Jerman drucktmaschine drittmensch (terjemahan Urilke Draesner, Katrin Bandel, dan Sophie Mahakam Anggawi; DAAD, Berlin, 2015); kumpulan puisi Berlin Proposal (Bandung, 2015); kumpulan naskah teater Teks-Cacat di Luar Tubuh Aktor (Yogyakarta, 2017); esai sekitar puisi prosa Pada Batas Setiap Masakini (Yogyakarta, 2017). 

Beberapa aktivitas terakhirnya: residensi DAAD, Berlin (2014–2015); Poetry on The Road International Bremen (Mei 2014); Berlin International Literature Festival (September 2014); Maastricht International Poetry Night (Oktober–November, 2014); Literature Festival Southeast Asia Litprom Frankfurt (Januari 2015); Hamburg Literature Festival (Harbour Front, September 2015); International Poetry Festival-Kritya (Kerala, India, Februari 2016); dan mengikuti Tokyo Performing Arts Meeting (TPAM; Yokohama, 2017), atas grant dari Japan Foundation, Jakarta.

Bibliographic information