Pertumbuhan di Atas Meja MakanSebuah lakon yang memaparkan represi kuasa terhadap kebebasan bersuara masyarakat dari masa ke masa; dipentaskan oleh Teater SAE pada 1991, dan menjadi salah satu karya Teater SAE yang banyak dibicarakan para kritikus teater di dalam dan luar Indonesia. Penulisnya menyebut lakon ini seperti sebuah "teater-buku" yang adegan-adegannya mengandung kutipan-kutipan teks pendapat Sukarno tentang pers, pidato Hatta, Sandhyakala ning Majapahit Sanoesi Pane, Caligula Albert Camus, serta lagu karya Franky Sahilatua. Semuanya berkelindan bersama sepasang suami-istri muda, ranjang, meja makan, kipas angin, matahari, koran, siaran radio, sepeda, lonceng, setrika, pelayan, pedagang koran .... |
Common terms and phrases
12 Menit adanya adegan Afrizal Malna Albert Camus Areispine Dymussaga Miraviori benda Berlin Biografi Yanti Brahma Caesonia Caius cerita citraan-citraan ideal Damar Wulan datang Dewata dialog drama ini selesai Edward C eksplorasi Esslin Fungsi dan peran hitam karena kamu hitam Langit individu yang diatur ISTRI jadi JAM 11 MALAM jati Kalabuku kamu langit karakter karya Franky Sahilatua karya Sanoesi Pane Kebaruan-kebaruan kebebasan berpendapat kecantikan kesatria kesunyian Kipas angin KORAN dengan sepeda kritik lakon Langit pun hitam liberalisme Literature Festival Maharesi Maja Majapahit manuskrip Meja Makan melalui memang memiliki meng migrasi dari ruang Moral Kaum Inteligensia muncul naskah absurd naskah drama naskahnya ngenai Otong Patik PELAYAN WANITA Pendapat Sukarno mengenai PENGANTAR KORAN penulis Perabu pers Pertumbuhan petunjuk pemanggungan Realism relasi kuasa ruang tamu ruangan Sandhyakala ning sebuah sosok SUAMI Suami dan Istri SUARA SAKSI Teater SAE Teks-Cacat terjadi tidur tokoh Yanti Universitas Yanti Setelah 12 Yayasan Lontar


