HYBRID COMPANY MODEL: Cara Menang di Era Digital yang Disruptif

Front Cover
PT. Rayyana Komunikasindo, Sep 18, 2020 - Technology & Engineering - 236 pages

Digitalisasi telah menyuguhkan aneka disrupsi yang menggoyang kemapanan banyak perusahaan, baik mereka yang berskala kecil, menengah, maupun besar. Pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan kian menggantungkan diri pada digitalisasi. Sayangnya, banyak pemain yang kewalahan maupun bingung dalam mendongkrak performa kinerja inovasi di lingkungan yang disruptif.

Buku ini menawarkan satu resep praktis yang bernama Hybrid Company Model. Model ini mengusung empat elemen utama, yakni kapabilitas dinamis, kewirausahaan strategis, orkestrasi aset, dan inovasi kolaboratif. Melalui model ini, inovasi dan digitalisasi tidak akan salah arah, berjalan efektif, sekaligus membantu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang penuh ketidakpastian.

Cikal bakal buku ini adalah penelitian Doktoral Manajemen Strategis yang penulis lakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Disertasi berjudul “Enhanching Innovation Performance in Disruptive Environtment through Strategic Enterpreneurship Process” ini merupakan hasil tiga tahun Indra Utoyo melakukan penelitian ini. Melalui proses re-write dengan gaya populer dan kaya dengan pengalaman serta data, buku ini makin berbobot karena diperkaya dari sisi observasi dan pelaksanaan ketika penulis meniti karier di dua BUMN terbesar di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Avanti Fontana, Ph.D. Dosen Strategi dan Manajemen Inovasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang juga promotor penulis buku yang tertuang dalam pengantar buku ini, melalui penelitiannya ini Indra Utoyo menawarkan perspektif sistematis untuk memahami fenomena lapangan lingkungan disruptif dewasa ini dan perspektif proaktivitas untuk meresponsnya. Menurut Avanti, perusahaan yang telah mapan harus segera bertransformasi dengan melakukan berbagai inovasi prioritas strategis secepat mungkin. Perusahaan baru atau rintisan perlu lincah menggalang kolaborasi strategis dengan perusahaan mapan, dan sebaliknya. Perusahaan mapan rela menggalang kolaborasi dengan perusahaan baru, guna menciptakan keunggulan daya kolaborasi.

Bagaimana perusahaan dan para pemimpin memulai dan mengelolanya? Inilah salah satu bagian cerita yang diulas dalam buku ini, yang juga difasilitasi oleh pengalaman akumulatif Penulis dan secara khusus dikristalisasi dalam proses penelitian doktoral Penulis.

Buku ini sangat cocok disimak dan diaksikan tidak saja oleh pemimpin dan pengelola serta warga perusahaan mapan yang kerap mengalami tantangan atau kendala dalam menjalankan transformasi melalui berbagai inisiatif inovasi, tetapi juga oleh perusahaan baru atau bisnis rintisan yang sedang gencar dan menggeliat serius membangun budaya inovasi dalam organisasi dan antar-organisasi.

Buku ini makin relevan karena tidak hanya memberikan panduan atau pegangan prinsipiil, tetapi juga menyajikan sejumlah studi kasus dari dalam dan luar negeri, dengan Dr. Indra Utoyo sebagai inisiator, pemikir dan/atau eksekutor strategis jalannya transformasi melalui rute-rute inovasi yang kontekstual dengan paradigma kerja sama kolaboratif hibrid.

Sementara dalam sambutan buku ini, Sunarso, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Mengemukakan “Gagasan dalam buku ini merupakan strategi utama yang kami praktikkan selama ini dalam melakukan transformasi digital di Bank BRI. Ini merupakan sumbangan penulis yang konkret bagi Bank BRI sekaligus yang ingin ia bagikan untuk perusahaan-perusahaan mapan lain yang ingin meningkatkan performa inovasinya di lingkungan bisnis yang disruptif dan tidak pasti. Lebih dari sekadar konsep, buku ini juga menawarkan kiat praktis yang disertai praktik nyata dari perusahaan-perusahaan kelas dunia yang sukses melakukan transformasi di lingkungan yang tidak pasti dan tak jarang terkena turbulensi.”

 

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Selected pages

Common terms and phrases

About the author (2020)

INDRA UTOYO adalah sosok yang menaruh perhatian besar pada dunia inovasi dan transformasi digital di Indonesia. Pria yang kini dipercaya menjabat sebagai Managing Director Digital, IT & Operation PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ini telah melanglang buana di berbagai BUMN atau anak usahanya. Sebelum berlabuh di BRI, Indra menduduki posisi sebagai Direktur Digital & Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Indra juga pernah menjabat Komisaris Utama PT Multimedia Nusantara (METRA) dan Komisaris Utama Metra Digital Innovation (MDI).

Pria kelahiran Bandung, 17 Februari 1962 ini memulai kariernya di Telkom Indonesia sejak tahun 1986 dan telah menjabat sejumlah posisi, mulai dari IT System Analyst, Project Manager untuk sejumlah proyek MIS, dan memimpin introduksi berbagai layanan baru multimedia, B2B Commerce, dan e-Business di Telkom. Indra juga memprakarsai dan memimpin program INFUSION – Transformasi IT di Telkom. Selanjutnya, ia ikut mengembangkan berbagai portofolio Digital Business Telkom, termasuk IT Services, Media & Edutainment. Untuk menumbuhkan inovasi dan industri kreatif digital Indonesia, Indra memprakarsai terbentuknya ekosistem startup digital INDIGO Creative Nation, Bandung Digital Valley (BDV), Jogja Digital Valley (JDV), dan Jakarta Digital Valley (JakDiVa) sebagai inkubator dan akselerator industri kreatif digital.

Indra juga memimpin transformasi digital yang dilakukan BRI, melalui pengembangan kapabilitas DNA digital, antara lain penguatan talenta digital, ekosistem inovasi digital menuju Open Banking, transformasi infrastruktur IT yang scalable, flexible, dan secure, Big Data Analytics, hingga Agile IT governance. Di samping itu, Indra juga membina BRI Venture untuk menumbuhkan inovasi kolaboratif dengan para fintech dan startup digital.

Indra dikenal aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, konferensi, dan workshop transformasi digital dan ICT baik nasional maupun internasional. Ia juga banyak terlibat di beberapa asosiasi industri teknologi, seperti menjadi Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI), Anggota Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS), Dewan Penasihat Telkom University, dan masih banyak lagi.

Indra telah menulis berbagai hasil karya, seperti INFOKOM di Era Post-Technology Driven, Jakarta, Tricitra, 2006; Manajemen Alhamdulillah, Mizan, Bandung, 2010; Paradox Marketing in Practice, Gramedia, 2013; dan Silicon Valley Mindset, Gramedia, 2016. Indra Utoyo pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti 2nd Best CIO50 ASEAN 2019 dari IDG, Tokoh Inovasi BUMN 2017, CIO Executive Dream Team dari Majalah Fortune Indonesia (2011), SWA 1st Best CIO 2010 dari Majalah SWA (2010), CIO of the Year Award, Indonesia – IT Inspiration Awards - Asia Pacific dari Hitachi, Philippine (2008), The Best of all CIO 2008 Award for Overall Category and The Best CIO 2008 Award for Telecom and Related Industry dari Majalah Warta Ekonomi (2008), dan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI (2007).

Indra Utoyo adalah lulusan terbaik Fakultas Teknologi Industri, dan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) 1985 serta peraih gelar Master of Science jurusan Communication & Signal Processing dari Imperial College, University of London, Inggris, pada 1994. Pada tahun 2019, Indra merampungkan program Doktor Manajemen Strategik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

***

Bibliographic information