POLWAN UNTUK NEGERI: Bunga Rampai Pemikiran dan Pengalaman yang Menginspirasi

Front Cover

Polwan, sesuai dengan motonya, “Esthi Bhakti Warapsari,” adalah putri-putri pilihan. Namun masih banyak yang melihat polwan sulit berprestasi jika mengandalkan kemampuannya sendiri. Pandangan itu umumnya dikemukakan oleh mereka yang menganggap profesi polisi merupakan profesi laki-laki. Oleh karena itu, sebagian kerap melihat polwan dengan bias gender. Mereka menganggap, jika ada polwan yang bisa menerobos dominasi polisi pria, itu mungkin karena “diberi jalan”.

Buku ini menggambarkan bahwa sesungguhnya jiwa “Esthi Bhakti Warapsari” terpateri kuat pada diri polwan, setidaknya pada sejumlah polwan yang memang memiliki prestasi menonjol. Di antara polwan-polwan yang berprestasi itu adalah yang menulis buku ini, Sejumlah pengalaman, pemikiran dan prestasi tidak bisa dilihat sebelah mata. Para penulis buku yang semuanya bergelar doktor ini adalah bagian dari Polwan yang berusaha keras mewujudkan Esthi Bhakti Warapsari.

Sebagai contoh, Brigadir Jenderal Juansih. Dia adalah salah satu dari tiga polwan berpangkat jenderal yang masih aktif saat ini. Prestasinya cukup menonjol di bidang tugas yang ditempatinya di mana saat ini jabatannya adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Ia adalah polwan pertama yang menjadi Kapolres di Jawa Timur yaitu ketika diangkat menjadi Kapolres Kota Surabaya Timur tahun 2005. Yang menarik,

ketika pimpinannya menantangnya agar sebagai kapolres ia harus bisa mengatasi gangguan keamanan meski harus ke lapangan pada dini hari, ia tak sekadar menjalankan prosedur tetapi memunculkan beragam inovasi dalam melakukan pendekatan pada masyarakat melalui program community policing. Tak hanya itu, sejumlah programnya pun dijadikan benchmarking untuk diterapkan di wilayah hukum kepolisian lain.

Begitu pun dengan empat polwan penulis lainnya. Mereka tak sekadar polwan. Dari gelar pendidikan yang diperolehnya, mereka adalah polwan-polwan ilmuwan yang tak sekadar memiliki pengetahuan tinggi yang diperolehnya dari perguruan tinggi-perguruan tinggi ternama negeri ini (seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga), tetapi ahli karena prestasi kerja dan praktik ilmu-ilmunya. Sebagai polisi yang profesional, mereka juga sering tampil di berbagai forum nasional dan internasional, jadi narasumber di televisi nasional, tak sekadar mewakili polwan Indonesia, tetapi institusi Kepolisian Republik Indonesia. Bahkan Kombes Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F., dikenal di masyarakat sebagai ahli forensik saat ini, bidang ilmu yang kini makin dikenal di Indonesia.

Yang lain, Kombes Pol. Dr. Sulastiana, SIP, S.H., M.Si., misalnya, pernah bertugas di luar negeri menjadi pembicara di luar negeri bahkan menjadi dosen tamu di perguruan tinggi Eropa. Begitupun juga dengan Kombes Pol. Dr. Rinny S.T. Wowor, M.Psi. dan Kombes Pol. Dr. Rosmita Rustam, S.E., M.E., mereka memiliki pengalaman dan keilmuwan yang mumpuni.

Buku ini tidak membahas soal siapa mereka, dalam arti membahas biografinya. Buku ini menjadi penting karena membahas pemikirannya dalam bidang yang jadi keahliannya. Oleh karena itu bahasannya menjadi menarik, bernas, inspiratif, berisi, ilmiah, aplikatif, dan penting. Buku ini bisa dibaca tanpa perlu memandang mereka sebagai polwan karena isinya berlaku untuk semua gender. Memang ada beberapa tulisan membahas isu gender, tetapi dibahas dengan sikap yang logis, tidak mengiba, tapi dengan mengedepankan sikap profesional.

Itulah sebabnya buku ini mendapat endorsement dari 7 (tujuh) tokoh wanita ‘berpengaruh’ di negeri ini. Semangat para endorser sama dengan tema besar buku ini. Apalagi buku ini bertujuan/dipersembahkan, sebagaimana disampaikan di halaman iii “untuk mendorong intelektualitas dan performa kepemimpinan wanita Indonesia, khususnya polisi wanita.”

Buku yang terdiri dari 20 tulisan ini dibagi ke dalam empat bagian utama, yakni Leadership, Kesetaraan Gender, Akademik, dan Praktis (Keahlian). Disusun hampir selama tiga bulan secara bahu membahu dan selesai tepat pada hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020 dan mendapatkan sambutan dari Kapolri.

Ditulis dengan gaya bahasa mudah dipahami, tidak rumit, tapi berisi, sehingga siapa pun bisa membaca dan mengambil saripatinya untuk diterapkan dalam aneka bidang profesi, kehidupan, atau pengetahuan umum. 

 

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Selected pages

Contents

Section 1
1
Section 2
15
Section 3
21
Section 4
31
Section 5
39
Section 6
61
Section 7
85
Section 8
109
Section 21
267
Section 22
271
Section 23
279
Section 24
285
Section 25
300
Section 26
307
Section 27
331
Section 28
345

Section 9
121
Section 10
135
Section 11
142
Section 12
145
Section 13
154
Section 14
159
Section 15
181
Section 16
184
Section 17
203
Section 18
225
Section 19
245
Section 20
265
Section 29
348
Section 30
354
Section 31
379
Section 32
403
Section 33
406
Section 34
421
Section 35
425
Section 36
445
Section 37
446
Section 38
467
Copyright

Common terms and phrases

Bibliographic information