Ilmu Kedokteran Forensik Untuk Kepentingan Penyidikan

Front Cover
PT. Rayyana Komunikasindo, Apr 10, 2014 - True Crime - 276 pages

Bencana (kadang) tidak bisa diduga dan disangka. Baik karena alam, maupun perbuatan manusia. Setidaknya ada empat alasan mengapa identifikasi pada korban mutlak dilakukan. Pertama, untuk pengendalian kekacauan pada masyarakat, khususnya psikologis keluarga korban. Kedua, untuk perwujudan penegakan hak asasi manusia untuk hak teridentifikasi. Ketiga, untuk kepentingan hukum terhadap ahli waris korban (misalnya: masalah asuransi jiwa). Keempat, untuk pencarian pelaku tindak kriminal pada peristiwa tertentu, misalnya kasus peledakan bom, terorisme, dan lain-lain.


Ilmu Kedokteran Forensik merupakan salah satu pedoman dan alat dalam mengungkap fakta terhadap korban. Termasuk dalam mengungkap suatu tindak pidana. Ilmu ini juga sangat membantu penegak hukum mengetahui bagaimana proses tindak pidana terjadi; kapan, di mana, dengan apa, bagaimana, dan apa akibatnya.


Buku ini mengungkap secara ilmiah dan praktis tentang Ilmu Forensik dan teknis penyidikan sehingga membantu mahasiswa dan praktisi hukum dalam menambah wawasan, pengetahuan, informasi dan langkah teknis.


Ditulis oleh seorang polisi wanita yang selalu bersemangat dan berkomitmen menerapkan keahliannya di dalam ilmu kedokteran forensik. Penulis juga selalu bersikap dan bertanggung jawab atas semua kasus kedokteran forensik yang dihadapinya.


Bisa jadi buku ini merupakan Buku Ilmu Forensik yang kedua yang ada di Indonesia,  setelah buku pertama yang disusun oleh pakar Ilmu Forensik Indonesia, Almarhum dr. Abdul Mun’im Idris, Sp.F. Di dalam buku ini (Almarhum) dr. Abdul Mun’im Idris, Sp.F memberikan testimoninya kepada buku ini sekitar 40 hari sebelum almarhum wafat.


Tentang Penulis:

AKBP dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F. Kelahiran Jakarta, 23 Agustus 1970 ini menyelesaikan pendidikan kedokteran umum pada tahun 1997, selanjutnya menempuh pendidikan kepolisian (Sepa PK V) pada tahun yang sama. Minatnya pada dunia forensik mendorongnya untuk menempuh Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik (lulus tahun 2005). Tidak hanya itu, kini ia juga menempuh studi S3 pada bidang yang sama.


Lulusan Selapa 2010 ini juga mengikuti berbagai kursus dan workshop bidang forensik baik di dalam maupun di luar negeri. Istri dari Dr. Hary Tjahjanto, Sp.OG ini juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Dalam sejumlah kejadian yang berkaitan dengan tugas Polri di bidang DVI, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng ini selalu dilibatkan. Buku ini adalah buku ke-2 yang telah ia terbitkan. Buku pertamanya (Juni 2013) yang berjudul “DARI BOM BALI HINGGA TRAGEDI SUKHOI - Keberhasilan DVI Indonesia dalam Mengungkap Berbagai Kasus”  merupakan bagian dari hasil kerjanya yang mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pasar. Terbukti dalam waktu dua bulan telah dua kali naik cetak.

 

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Common terms and phrases

About the author (2014)

AKBP dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F. Kelahiran Jakarta, 23 Agustus 1970 ini menyelesaikan pendidikan kedokteran umum pada tahun 1997, selanjutnya menempuh pendidikan kepolisian (Sepa PK V) pada tahun yang sama. Minatnya pada dunia forensik mendorongnya untuk menempuh Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik (lulus tahun 2005). Tidak hanya itu, kini ia juga menempuh studi S3 pada bidang yang sama.

Lulusan Selapa 2010 ini juga mengikuti berbagai kursus dan workshop bidang forensik baik di dalam maupun di luar negeri. Istri dari Dr. Hary Tjahjanto, Sp.OG ini juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Dalam sejumlah kejadian yang berkaitan dengan tugas Polri di bidang DVI, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng ini selalu dilibatkan. Buku ini adalah buku ke-2 yang telah ia terbitkan. Buku pertamanya (Juni 2013) yang berjudul “DARI BOM BALI HINGGA TRAGEDI SUKHOI – Keberhasilan DVI Indonesia dalam Mengungkap Berbagai Kasus” merupakan bagian dari hasil kerjanya yang mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pasar. Terbukti dalam waktu dua bulan telah dua kali naik cetak.


Bibliographic information