Forbearance/Utang Emosi

Front Cover
Kalabuku, Oct 1, 2023 - Performing Arts - 108 pages
Keempat lakon dalam buku ini bukan hanya hadir sebagai ungkapan kegelisahan, melainkan—yang paling penting—juga sebagai sebuah manifesto penulis mengenai posisi dan perannya dalam peta sosial dan teater Indonesia kini. Keduanya dilakukan oleh penulis dengan berangkat dari biografinya sendiri, terutama sebagai perempuan dan keturunan Tionghoa. Hal-hal yang dicatat Melani Budianta dan Jony Eko Yulianto dalam pengantar dan penutup buku ini dengan lebih detail menguraikan bagaimana ungkapan kegelisahan dan manifesto itu dirajut oleh penulis melalui berbagai modus.
 

Common terms and phrases

About the author (2023)

Agnes Christina adalah seorang seniman multidisipliner yang tertarik dengan gejolak hidup yang dihadapi orang-orang dan—yang paling penting—bagaimana mereka bernegosiasi dengannya. Dengan berfokus pada ritme keseharian manusia, Agnes mempresentasikan karya-karyanya lewat bermacam-macam media, seperti pertunjukan teater, lukisan, sulaman, dan fashion. Naskah-naskah teater yang ditulis Agnes telah dipublikasikan dalam beberapa buku. Karya seni visualnya sudah turut di beberapa pameran, seperti Bazaar Art Jakarta, Artjog, dan Jogja Biennale–Bilik Korea. Lini fashion-nya, Leafthief, sudah berkembang menjadi cult favourite di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Bibliographic information