Forbearance/Utang EmosiKeempat lakon dalam buku ini bukan hanya hadir sebagai ungkapan kegelisahan, melainkan—yang paling penting—juga sebagai sebuah manifesto penulis mengenai posisi dan perannya dalam peta sosial dan teater Indonesia kini. Keduanya dilakukan oleh penulis dengan berangkat dari biografinya sendiri, terutama sebagai perempuan dan keturunan Tionghoa. Hal-hal yang dicatat Melani Budianta dan Jony Eko Yulianto dalam pengantar dan penutup buku ini dengan lebih detail menguraikan bagaimana ungkapan kegelisahan dan manifesto itu dirajut oleh penulis melalui berbagai modus. |
Common terms and phrases
ADEGAN Agnes Christina Anacardiaceae Angelina Jolie bacin baju bakpao banget bayi beda berlari boleh buah cepat-cepat congklak cuma dagang deodoran depan diskriminasi diskusi dong duduk dulu Elope Kawin Lari Em'ma Emang Engkong foto gak pernah genus gimana gong xi gue gak Guru Kursus hoki identitas jadi jambu biji jambu monyet Jangan kamar kamu kamuflase kayak gini kecil kelas kenapa kertas keturunan Cina Kursus Bahasa Inggris KWENI lakon Lelaki luka makan Makanya Mandarin mangga Mangifera masuk Mbak Arum Manis Mbak Pakel meja melambaikan mengambil menyerahkan minoritas mungkin nanti naskah nggak Nggak usah ngomong pagar kawat berduri panggung Papa Pelanggan Wanita Pelatih Tenis Perem piring Pixiu Pria puan pulang punya raket bulu tangkis rempuan Room Service ruang santai SCENE sebuah sementara suara sukses supermarket tahu teater tebing televisi terlihat terus Tionghoa toko kain tokoh uang udah Yulianto 烊值


