The Beetles Without Wings

Front Cover
JMSH Words - Fiction - 206 pages

The Beetles Without Wings

“Cerita cinta ini bagai pijar matahari di musim penghujan. Awan hitam dan tangisan langitnya hadir sebelum kebenaran pijarnya tercurahkan. Menjadikannya harus bersembunyi dalam duka kemendungan. Menjadikannya menjelma sebagai pelangi. Mengelabui setiap para pengundang kemendungan dengan indahnya kesemuan warna-warninya.”

Gairah pijar matahari yang berdiri di atas akhir musim penghujan pun telah terlewati. Kebenaran pijarnya pun telah menunjukan cahaya aslinya. Berharap cahaya aslinya dapat mengobati para pengundang kemendungan yang telah sempat terkelabui karenanya. Dan ketika para pengundang kemendungan itu telah terbangun dari kebutaannya. Maka terpastikan oleh sang waktu, para mereka itu akan merasa seperti seorang pencari kayu bakar. Karna setiap tebasan goloknya disetiap ranting sang pohon telah buahkan sang pohon itu sempat tumbuh menjadi tinggi merindang. Hingga menjadikannya berdiri di antara rasa bersalah, malu, ataupun bangga hati.”

Novel ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak remaja yang sedang berada dalam sebuah masa transisi dari masa remajanya menuju ke masa pendewasaannya. Anak remaja yang biasa dipanggil oleh orang-orang yang mengenalnya dengan nama “Adi”, dan yang mempunyai nama asli “Putrawan Esa Sukma” ini berusaha ingin mencapai kedewasaannya. Sebagaimana yang diinginkannya ketika ia masih duduk di bangku sekolah. Ditengah perjalanan, ia bertemu dengan rekan kerjanya yang baru di sebuah wahana keluarga di salah-satu kawasan perumahan elite di kota tempat tinggalnya tersebut. Seorang perempuan muda. PERI HATI PERI CANTIK. Begitu lah perempuan muda yang bernama Shesi Aulianti itu disebutnya dihati. Seseorang yang menjadi perempuan pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta untuk kali pertamanya dalam dunia barunya tersebut. Dalam perjalanan masa pendewasaannya tersebut.

Ketika cinta itu akan dikatakannya kepada Peri Hatinya tersebut. Teman dan keadaan lah yang menjadi kendala baginya saat itu. Hingga niatnya itupun terpaksa diurungkannya. Dan dengan semua pertimbangan yang ada, ia pun menyembunyikan cintanya tersebut untuk selanjutnya.

TUK PERI HATI, bersama puisi-puisinya ia tetap bertahan bersama cintanya tersebut. Bertahun-tahun, cinta itu dipendamnya karna keadaan yang ada selama itu masih selalu tidak berpihak padanya. Namun disisi lain, keadaan itu telah membuat cintanya kepada Peri Hatinya semakin terasa dalam dan tulus.

Lima tahun berlalu. Cinta yang dipendamnya tak lagi dapat tertampung oleh hatinya. Diatas nama ketulusan, cinta itu terkatakan kepada Peri Hati. Dan dibawah bayang-bayang takut kehilangan, entah apa yang dilakukannya kali itu, begitu saja perkataannya tersebut dicabutnya kembali.

Ditahun berikutnya. Untuk membenarkan keberadaaan cintanya yang sempat ia serongkan kebenarannya tersebut, bersama seluruh saksi cinta yang dimilikinya saat itu. Ia tetap terus berjuang dalam MASA SESAL-nya. Hanya satu tujuan pasti, yaitu menemukan Peri Abadinya.

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

About the author

 Segala sesuatu yang ada pada Novel ini adalah hasil dari tangan Syarif (Arif JMSH) Hermawan. Kecuali Basic Photo cover origina-lnya, karna hasil photo jepretan yang indah itu berasal dari tangan Anita Risma Hermawan (Cover Depan) & Abdullah (Cover Belakang).

Bibliographic information