Sawah: Sebagai Kearifan Lokal Manusia Dayak di Desa Pulau Sapi Kalimantan Utara

Front Cover
Bibliopedia E-book, Sep 3, 2022 - Technology & Engineering - 150 pages
0 Reviews
Reviews aren't verified, but Google checks for and removes fake content when it's identified

Ladang adalah cara bercocok tanam padi orang Dayak. Menggunakan lahan hutan yang dikelola secara berpindah-pindah berdasarkan siklus waktu tahunan. Hal ini berlaku pula di seantero Kalimantan. Di mana manusia Dayak tinggal, hidup, dan berada sejak zaman baheula.

Akan tetapi, hanya sedikit yang mafhum bahwa selain berladang, SAWAH juga merupakan pola kultivasi menanam padi yang dipraktikkan orang Dayak. Terutama di dataran tinggi Borneo, khususnya Pulau Sapi, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dari manakah keterampilan olah sawah itu didapat? Sudah pasti, dari kebiasaan nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi menyesuaikan kondisi lahan yang mau mereka tempati.

Manusia Dayak sudah bersawah sejak zaman semula-jadi dengan menggunakan kerbau sebagai sarana bercocok tanam sebagai suatu sistem pengetahuan dan teknologi yang asli dari kearifan lokal (indigenous or local knowledge). Praktik ini masih ada di Krayan, Kalimantan Utara.

Padi adan yang dikenal sebagai produksi lokal. Bagaimana seluk beluk teknik cocok tanamnya?

 

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Common terms and phrases

About the author (2022)

Penulis di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau Pada Tanggal 3 April Tahun 1974. Menjadi pegawai negeri sipil setelah lulus mengikuti tes CPNS dan pada tahun 2003. Pada mulanya, bekerja di Kantor Camat Malinau Barat Kabupaten Malinau sebagai staf. Kemudian menikah pada tahun 2005, dikarunia tiga orang anak, satu anak laki-laki pertama dan dua anak perempuan. Setelah bekerja sebagai PNS, kembali meneruskan studi ke S-2 di Universitas Mulawarman, jurusan Administrasi Negara dari tahun 2013-2015. Kemudian pada tahun 2016 lanjut mengambil program Doktor Lingkungan di Universitas Brawijaya Malang dan selesai diwisuda pada bulan Agustus tahun 2019. Setelah beberapa tahun dipercayakan sebagai kepala kantor cabang Dinas Pertanian Kecamatan Malinau Barat, kemudian dipindahkan di kantor Dinas Pertanian sempat menduduki jabatan antara lain Kasi. Produksi Tanaman Pangan, Kabid. Tanaman Pangan, Kabid. Pertanian, Kabid Prasarana Sarana Penyuluhan, Sekretaris dinas dan kini penulis mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.


Bibliographic information